Kamis, 12 Februari 2009

Buah Kurma; Bekal Perang Pasukan Hamas

SINAI Online:Dalam menjalani perang melawan pasukan Israel, pasukan Hamas menjadikan buah kurma sebagai bekal. Demikian tutur Ust. Muhendri Muchtar dalam kunjungannya ke Markas SINAI (2/2). Informasi ini ia dapatkan dari seorang prajurit Al-Qassam yang sempat ia temui di Palestina. Hal ini senada dengan hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa, “Tidak akan lapar, sebuah keluarga jika mereka mimiliki kurma.“

Buah yang kaya dengan dengan zat besi, protein (1.8-2 %), serat (2-4 %), glukosa (50-57 %), Vitamin A dan C, sodium dan potassium ini terbukti meningkatkan sistem pertahanan badan dan menghilangkan kebiasaan sering buang air.

Di samping itu, anggota tim KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) yang masuk ke Gaza tanggal 27 Januari 2009 ini bercerita tentang kesan yang ia dapati selama di Gaza. Kesan yang paling mendalam menurutnya adalah karamah-karamah yang terjadi di Gaza. Dari jamaah masjid ia mendapatkan cerita tentang karamah-karamah yang terjadi selama masa agresi.

Di antara bentuk karamah tersebut adanya pasukan malaikat turut berperang di Gaza. Ini terbukti dari cerita seorang mujahid yang lolos dari tawanan Israel. Ketika tertawan tentara Israel, dia diinterogasi tentang jumlah mujahid dan menanyakan tentang pasukan berjubah putih yang ketika ditembak berkali-kali tidak mati. Karena merasa tidak mengenal pasukan tersebut, sang mujahid menjawab tidak tahu. Tentara Israel tidak puas dan berkali-kali menanyakan hal yang sama sambil mencederai sang mujahid sampai kakinya harus diamputasi. Sang mujahid tetap mengatakan tidak tahu. Berkat pertolongan Allah, mujahid yang cedera ini berhasil lolos dan menceritakan bantuan pasukan malaikat ini.

Karamah yang lain terjadi pada seorang mujahid yang hendak dikejar oleh anjing Doberman Israel. Anjing yang dibiarkan kelaparan digunakan untuk mengejar dan menyerang mujahidin di sekitar perbatasan Gaza. Suatu hari anjing-anjing doberman tersebut dilepas untuk memburu mujahidin, ketika si doberman sudah mendekat, sang mujahidin mengajaknya berbicara. "Wahai Anjing, kami sedang menjalankan perintah Allah untuk membela hak kami dan melawan kaum musyrikin, jadi jangan halangi kami," begitu kira-kira ucapan sang mujahidin dalam bahasa Arab kepada si doberman. Si anjing tiba-tiba berhenti, terdiam, dan duduk. Kemudian dengan menunduk ia kembali ke tentara Israeil setelah diberi sebutir kurma.

Ust. Muhendri juga bercerita tentang seorang mujahid ditugaskan untuk menjaga jalan masuk Gaza agar tank-tank Israel tidak masuk ke Gaza City. Dengan hanya berbekal kurma, mujahid ini kuat duduk berjaga, mengintai jalanan dalam cuaca yang sangat dingin itu selama sebulan!

Cerita tentang kepengecutan tentara Israel juga beredar. Saking takutnya mereka kepada para mujahidin, dikabarkan mereka selalu menggunakan pampers saat bertugas di dalam tank, agar mereka tak perlu keluar tank untuk buang hajat.

Ia menyatakan sangat yakin dengan kemenangan Gaza. Menurutnya, kemenangan Gaza hanyalah soal waktu. (umr)

0 komentar:

Poskan Komentar